Postingan

YANG KECIL YANG TERTINDAS

YANG KECIL YANG TERTINDAS Seorang anak kecil ketika menginginkan sesuatu, maka ia akan menunjuk-nunjuk apa yang diinginkannya tersebut. Jika tidak dipenuhi, maka dia menggunakan senjata selanjutnya yaitu “menangis”. Tangisannya akan semakin keras manakala apa yang diinginkan itu belum juga terpenuhi. Mungkin dia akan meraung-raung sambil menjejakkan kakinya. Dan dia akan diam ketika apa yang diinginkannya itu sudah terpenuhi. Seakan sudah menjadi hukum alam, bahwa orang kecil harus mengiba terlebih dahulu agar apa yang diinginkannya itu terpenuhi. Rakyat akan mengiba kepada pemerintah. Buruh akan mengiba kepada majikan. Siswa akan mengiba kepada guru. Mahasiswa akan mengiba kepada dosen. Seorang anak kecil akan mengiba kepada orang tuanya. Bawahan akan mengiba kepada atasan, dan lain sebagainya. Ironis memang, dunia ini seakan milik mereka yang berkuasa. Harimau akan tetap bringas karena dia berkuasa dengan kekuatan yang dimilikinya. Harimau mempunyai taring yang tajam, cak...

WAKTU ADALAH NAFAS

WAKTU ADALAH NAFAS Setiap jam terlewati, setiap hari berlalu dan setiap kesempatan bergulir dengan cepat. Semuanya itu tidak mungkin mundur kembali. Waktu adalah nafas yang tak akan pernah kembali lagi. Selepas itu dia akan meninggalkan kita, tanpa peduli apakah kita berharap untuk kembali ataukah tidak. Waktu tidak akan berbelas kasih pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur, seorang siswa yang gagal dalam Ujian Nasional, seseorang yang gagal menolong temannya yang tenggelam dalam hitungan menit. sepasang pengantin yang gagal menikah setelah lama mempersiapkannya. Dia akan tetap lari, melesat cepat. Dia akan tetap bergulir ke depan dan tak akan pernah menoleh ke belakang apalagi berhenti bergulir, karena dia tahu bahwa tugasnya adalah berjalan ke depan dan bukan mundur ke belakang atau bahkan berhenti. Maka merugilah orang-orang yang tidak mempergunakannya dengan baik. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda yang artinya; “Ada...

Ku temukan nama-mu di dalam sujudku.

Ku guyurkan air wudlu pada wajah yang bersimbah dosa. Ku basuh hati yang penuh belatung & nanah dengan niat suci. Kesejukan diam-diam merasuk menyelusup di dada. Dalam diam, Ingatanku memendar Ku ucap terima kasih pada pelita jiwa Dia-lah sahabat yang jiwanya memancar cahaya syurga. Cahaya-mu membias pada jiwaku yang berjubah kelam. Tanpa ku duga, Nama-mu menyelinap. Nama-mu hadir dalam sujud-ku. Ku gumamkan secawan doa dalam jiwa. Semoga cahaya-mu kian cerah & bermakna. Menjadi lentera bagi hati yang berpalung kelam. *Ku temukan nama-mu di dalam sujudku.

STRATA MAYA

Dalam maya tiada kenal strata Semuanya bebas berteman tanpa ada batasan Tua, muda, anak-anak, dewasa, semuanya boleh berteman. Tiada mengenal jenis kelamin, Mau laki-laki, perempuan bahkan yang berada pada posisi antara laki-laki dan perempuan pun boleh berteman. Maya juga tidak memandang kelas, Hartawan, wartawan, santriwan, begawan. Semuanya bisa berteman. Mungkin ini yang menjadikan "Maya" semakin diminati. Pertemanan tanpa memandang adanya perbedaan. Andai nyata bisa terbias kehidupan seperti ini, Tentu hidup akan harmonis. *Menyatu dalam perbedaan.

Catatan Ringan

Ilmu yang engkau pelajari kemarin, janganlah kau terbangkan bagai anai-anai yang terbang bersayap fatamorgana. Jadikanlah ilmu yang bersemayam didalam dadamu itu semakin betah bersinggah menyepuh warna elok kehidupanmu. ilmu adalah hikmah yang akan menuntunmu dalam negeri kehidupan yang penuh makna. Biarkanlah akar ilmu yang terpatri dalam tempahan perjalananmu itu menghunjam dan terpatri kuat di dalam dada. Dahan-dahannya semakin rimbun penuh cabang. Daun-daunnya menjadi rin dang & penuh keteduhan. Buah-buahnya ranum menyegarkan. Ilmu itu hidup dan menghidupi. Ia hadir bersama telaga kesejukan bagi jiwa yang dahaga. Jika engkau hendak menggenggam dunia, maka wajib bagimu akan ilmu. Jika engkau ingin menggapai nirwana, maka wajib pula bagimu ilmu. Ilmu adalah lentera ditengah gelap gulitanya kebodohan. Ia hadir, memberi secercah harapan. Ia semakin bercahaya pada jiwa yang penuh karunia. Apa yang kau pelajari kemarin, janganlah kau bunuh hari ini dan esok meng...

Cahaya Syurga, Cahaya Harapan

Hati terlanjur terkoyak Sempat ku lihat bahagia pada cahaya harapan yang berdiri mematung dibibir pintu. Hati lantas berdesir hebat, bersikap salah tingkah. Berkali-kali isyarat mempersilahkan untuk singgah Tapi cahaya itu hanya tetap berdiri mematung. Hanya sesungging senyum yang merekah dari bibir cahaya harapan. Hati kian merekah bahagia Ia mendendang lagu asmara pada jiwa yang bertaman sakura cinta. Harapannya kian melambung. Tapi, Ternyata hati salah tafsir. Cahaya harapan itu tak kunjung masuk. Meski hanya sekedar singgah. Dia lebih memimilih mematung dibibir pintu dan menunggu hati lain yang jadi sandarannya. Kini, hati merana karena luka. Terkoyak oleh serpihan asa yang menyiksa. Hati yang sudah terlanjur terkoyak, kini menderum kesakitan. Mengawali bait pilu pada aksara hidupnya. Dan, kelopak sakura yang dulu bermekaran pada taman hatinya kini mulai layu dan berguguran. Menjadikan dahan hati telanjang layu bersimbah kepedihan. *Catatan untuk bintan...

Doa Seorang Pendosa

Tuhan, Ampuni hamba yang berbalur nanah maksiat. Sesaat karena cinta yang tak berdermaga hamba lupa. Hamba lupa, jika ada sang Maha Empunya Cinta. Hamba faham, Cinta yang berlebih terhadap makhluk yang belum menjadi hak adalah perkara yang engkau benci. Dan bahkan kau kategorikan syirik dalam hal kecintaan. Hamba faham, Perbuatan itu tidak engkau sukai. Bantulah hamba Tuhan... Bantulah hamba memperbaiki diri. Menjadi manik-manik mutiara yang mengagumkan. Saya ingin seperti itu. Dalam firman-Mu, kau singgung bahwa diriku adalah sebaik-baik ciptaan. Tapi, tindakanku tidaklah lebih dari seorang pecundang. Aku iri dengan mataharimu. Mataharimu rela memanggang diri untuk kemanfaatan makhluk lain. Ia tetap setia mesti terus-terusan memegang bara. Dan ia tidak lekang menebar kemanfaatan. Aku ingin menjadi orang baik yang tak pernah mengusik orang lain. Sebagaimana nasehat sahabat baik yang dialamtkan kepada saya. Saya ingin hal itu. Saya rindu. Imanku telanjan...